Ini Yang Menghabiskan Waktu Blogging

Semenjak saya mempelajari dunia blogging di tahun 2009, saya sudah banyak membuat blog pribadi yang seringkali berhenti, bahkan tidak terhitung jumlahnya. Saya memulainya dengan menggunakkan blogspot lalu beralih ke wordpress gratisan dan kemudian setelah skill otodidak saya meningkat, saya mulai beralih ke wordpress berbayar yang memungkinkan saya untuk melakukan hal kreatif, terutama dalam mempercantik blog.


Namun sayangnya, mempercantik blog ini justru langkah yang menghabiskan banyak waktu dalam blogging. Kita ingin blog kita cantik untuk dilihat orang, makanya kita pilah pilih banyak template. Kita coba-coba install template-template yang gratis sampai akhirnya memilih template berbayar.

Masalahnya, install template itu bukan cuma butuh waktu instalasinya aja, tetapi juga untuk merancang looknya sehingga kita banyak berkutat di dashboard. Kita harus menginstall dan mengaktifkan pluggin, membuat page baru, menyusun widget, mengunggah foto dan favicon, dan lain sebagainya. Kemudian kalau kita nggak puas, kita akan meng-uninstallnya lagi dan proses akan terlu berlanjut sampai kita ketemu template yang pas dengan keinginan kita. Belum lagi kalau kita tidak mahir dalam hal teknis dan harus belajar sambil jalan.

Parahnya, proses ini ternyata adiktif dan menyenangkan karena kita akan dipaksa fokus dengan kepuasan tingkat tinggi sebagai hasil akhirnya. Ada dopamin yang keluar dari otak ketika kita sukses mempunyai tampilan blog yang cantik sesuai keinginan.

Bagi saya, membuat blog yang tampak cantik jadi suntikan semangat yang besar. Saya yakin, kamu juga begitu. Nah, karena saya juga tidak mau sembarangan dengan tampilan blog, saya pun punya dua cara yang efektif untuk mengurangi trial error template blog yang menghabiskan waktu dan energi,

Nah kalau sudah dapat template yang BENAR-BENAR kamu inginkan, baru kamu bisa bermain dengan designnya. Soalnya, kalau kamu belum benar-benar jatuh hati dengan templatenya, maka akan menghabiskan waktu dari beberapa jam hingga berhari-hari.

  1. Beli Template Berbayar Yang Paling Kamu Suka
    Setelah berkali-kali merasa tidak puas dengan template-template gratisan yang ada atau beli template murah, saya pun berkesimpulan kalau saya harus membeli template, saya harus pilih yang tampilannya benar-benar saya suka dan bersedia membayar harga yang sesuai. Template yang saya gunakan ini adalah templat Artmag yang saya suka karena hasilnya clean dan simple. Saya membayar $49 untuk membelinya. Awalnya, template ini saya gunakan untuk website lain yang saya miliki yakni KeluargaMuda. Karena saya suka, dan template ini bisa digunakan lagi, saya pakai lagi di blog pribadi saya ini.

    Teman-teman juga bisa beli yang lebih murah dari Themeforest yaitu di Etsy. Template di Etsy rata-rata clean dan feminine. Contohnya adalah template ini. Hanya membayar kurang dari $11, kamu sudah bisa mendapatkan template simpel yang cantik.

    Kalau kamu mau template yang bagus, cantik, clean, dengan harga seperti Themeforest, kamu bisa beli juga di Creative Market. Ada satu template yang saya incar, namun karena harganya $79, saya masih menimbang-nimbang. Tapi kalau kamu lihat list template yang dijual, kamu pasti akan suka!

  2. Beli Template dengan Hacking
    Cara yang kedua ini secara etika mungkin tidak bisa dibenarkan. Akan ada pro dan kontra karena kamu bisa membeli template premium seperti Artmag dengan biaya yang jauh lebih murah. Tapi banyak orang juga yang menggunakan cara ini, terutama bagi yang pendapatannya terbatas. Teman-teman yang tidak masalah dengan cara ini, bisa membeli template di Shopee dan Tokopedia. Harga di Shopee dan Tokopedia malah hanya sekitar 35 ribuan saja. It’s up to you, whether do you want to use this hacking way.


Oh ya, kalau template yang kamu beli dengan harga murah atau gratisan, biasaya saat kamu install, ada beberapa feature yang kamu inginkan tapi tidak ada disana atau harus di custom. Nah, kalau kamu nggak paham bahasa pemrograman, ujung-ujungnya pasti menyerah.

Nah, kalau kamu nggak segitu pahamnya dengan blog atau mengutak-atik template, bisa menggunakan jasa freelance untuk instalasi dari website penyedia jasa freelance seperti Fastwork.id. Contonya saya beberapa kali meminta bantuan jasa dari Tira Studio karena dia jujur dan biayanya sangat terjangkau. Kamu pun bisa memintanya untuk membuatkan template dari Elementor, misalnya. Atau silahkan browsing freelancer-freelancer lainnya disini.

Selamat blogging dan jangan menghabiskan terlalu banyak energi mengutak atik template. Prinsiplnya, choose what you do really like.


I am the Co-Founder of SAVSKIN and TransforMe and the Co-Writer of a scholarship book called Rahasia Pemburu Beasiswa.

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.