“Aku Gagal Beasiswa Chevening…”

by retnolestari

Dalam dua hari ini, Whatsapp saya dipenuhi dengan laporan teman-teman yang belum berhasil lolos ke tahap interview beasiswa Chevening. Kegagalan adalah bagian dari usaha meraih beasiswa dan sudah dihadapi oleh mayoritas peraih beasiswa.

Dan taukah teman-teman, kegagalan meraih beasiswa itu adalah pelajaran berharga, karena suatu saat kamu berhasil, kamu bisa membedakan aplikasi gagal dan sukses dan bisa kamu gunakan untuk membantu orang lain meraihnya.

Tapi sebelum itu, teman-teman masih harus berjuang dan saya punya tips untuk mengatasi emosi pasca kegagalan beasiswa supaya tetap semangat untuk melaju:

1. Be Nice to Yourself

Saat teman-teman gagal beasiswa Chevening tentu akan merasa terpukul, kecewa, sedih, bingung, dan bahkan ada yang merasa terpuruk. Bagi sebagian yang sudah berkali-kali gagal, tambahan satu kegagalan adalah hal biasa. Tapi buat sebagaian lainnya, rentetan kegagalan justru mematahkan kepercayaan diri.

Tapi, teman-teman, kegagalan beasiswa hanyalah satu kegagalan dari banyaknya usaha sukses yang teman-teman lakukan. Jangan karena kegagalan ini, teman-teman memberi label kepada diri sendiri sebagai pribadi yang gagal atau tidak mampu. Saya sering membaca buku tentang labeling pada anak. Ketika seorang anak berbuat salah, kita tidak lantas mengatakan dia nakal atau bodoh, kan? Jangan karena nila setitik, rusak susu sebelanga.

Manusia memang punya kecenderungan melihat satu batu bata yang salah letak, ketimbang melihat ratusan batu bata lainnya yang tersusun rapi, kata Ajahn Bram. Tapi coba dibalik cara pandangnya, lihatlah ratusan bata yang lain, maka satu bata itu tidak akan terlihat atau paling tidak, tidak terlihat jelas. Be nice to yourself. Ucapkan rasa terimakasih kepada diri sendiri yang sudah berjuang keras selama setahun untuk membuat aplikasi. Hanya dengan menghargai diri sendiri, teman-teman bisa bangkit lagi dan maju terus ke depan.

2. It’s Okay to Grief

Kegagalan itu perasaan yang sangat tidak mengenakkan. Hati rasanya campur aduk. Sedih, tapi tidak bisa menangis karena diri berusaha menerima. Nyebelin pokoknya.

Saat teman-teman mengalami ini, jangan dilawan perasaannya. Berikan waktu kepada diri sendiri untuk bersedih. Berhenti sejenak memikirkan rencana masa depan. Fokuskan diri dengan hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan beasiswa.

Saat saya terima email kegagalan beasiswa Chevening, saya sempat tidak membuka essay saya selama beberapa hari dan tidak membicarakan tentang beasiswa paling tidak selama seminggu.

Kemudian saya akan menghadiahi diri sendiri dengan makanan favorit di restoran favorit atau belanja. Apapun yang bisa mengangkat mood saya, akan saya lakukan. Setelah itu, saya pasti bisa “ngegas” lagi.

3. Change Your Focus

Seringkali saat kita gagal, kita meratapi kegagalan. Tapi untuk beasiswa, kegagalan itu hal yang biasa. Jangan memfokuskan energi kepada masa yang sudah lewat.

Tips dari saya, saat gagal, jangan terbawa emosi. Langsung bawa energi ke kepala dan susun rencana.

Ketika saya gagal beasiswa Chevening beberapa tahun lalu, ini yang saya lakukan:
1. Memahami kenapa essay gagal
2. Kontak alumni atau mentor untuk membahas essay
3. Buat rencana ke depan kapan akan mulai hunting beasiswa lagi
4. Buat timetable, jangan sampai mepet untuk mempersiapkan aplikasi

Saat logika bisa mengalahkan emosi, saat itulah kita akan bertumbuh.

4. Change Your Posture

Jujur, konsep ini baru saya kenal beberapa bulan belakangan gara-gara nggak sengaja menonton salah satu video Tony Robbins di dr. Oz. Salah satu kalimat yang menarik dari Tony adalah, “To change your result you need to change your behaviour. To change the result, you gotta change your behaviour. To change the behaviour, you have to change the emotional state you’re in.”

Nah, gimana caranya kita melakukan ini saat sedang merasa down? Dia bilang bukan dengan memberi motivasi atau sugesti kepada diri kita, tetapi dengan yang dia sebut fisiologi dengan mengubah postur tubuh kita. Sebuah penelitian di Harvard menyebut cara ini adalah the power of position. Saat kita sedih, kita menunduk. Saat kita tidak percaya diri, postur kita tampak lemah.

Jadi kalau teman-teman sedang sedih, down, tidak percaya diri karena gagal beasiswa Chevening, coba berdiri dengan postur tegap selama beberapa menit setiap haru atau melakukan yoga khusus untuk postur.

5. Regular Exercise

Siapapun tau kalau olahraga akan menstimulasi endorphine sekaligus membuat tubuh kita menjadi lebih relax sehingga menghilangkan perasaan-perasaan negatif. Olahraga paling gampang buat relax apalagi kalau bukan lari. Daripada lari dari kenyataan, lebih baik lari beneran kan ya? 🙂 Sudah sehat, bikin pikiran plong, dan jadi membuat kita lebih semangat.


Intinya, kegagalan adalah biasa. Kegagalan adalah bagian dari kesuksesan. Jika lelah dan kecewa, beristirahatlah, tapi jangan pernah berhenti sampai kita mendapatkan apa yang kita inginkan, dalam hal ini adalah beasiswa Chevening yang teman-teman impikan.

You may also like

Leave a Comment