READING

Tinggal di Luar Negeri Itu Penting. Paling Tidak S...

Tinggal di Luar Negeri Itu Penting. Paling Tidak Sekali Dalam Hidup.

“Tinggal di luar negeri? Tinggal di dalam negeri aja berat biayanya.”
Kalau kamu punya growth mindset dan terbuka akan berbagai hal, tinggal di luar negeri itu memungkinkan tanpa mengeluarkan biaya. Kamu hanya perlu niat kuat, perencanaan, keuletan, dan strategi. Saya akan membahas hal ini dalam postingan lain. Di postingan kali ini, saya akan fokus kepada alasan kenapa kamu harus tinggal di luar negeri, paling tidak 3 bulan dan sekali dalam hidup.

Tinggal di Luar Negeri Membuka Pemikiran dan Memperluas Pandangan

Negara lain itu punya budaya, sistem, dan cara hidup yang berbeda dengan negara kita. Saat kita hanya tinggal di negara kita saja, kita tidak akan pernah melihat perbedaannya dan kita tidak akan pernah mendapat perbandingan yang utuh antara keduanya. Perbandingan diperlukan guna mendapatkan pelajaran yang penting untuk kita terapkan dalam hidup.

Pertamakali saya tinggal di luar negeri adalah di Amerika Serikat. Tinggal di negara adidaya selama satu tahun, membuka mata saya akan banyak hal. Contohnya, New York ternyata tidak seindah yang ditampilkan oleh Sex and The City dan orang Amerika tidak seburuk yang diberitakan oleh media. Sebelum kita tinggal berdampingan dengan mereka di negara mereka, pendapat buruk kita hanyalah kesombongan kita belaka. Ke luar negeri merupakan pengalaman humble yang membuat kita jadi lebih menghargai perbedaan.

Nah, ketika pikiran dan pandangan kita lebih luas, kita akan lebih bijak dalam memberikan pendapat dan juga berpikir berkali-kali sebelum menghakimi orang lain. Keterbukaan ini akan menghasilkan mutual understanding yang berdampak lebih luas yakni terciptanya perdamaian dunia. Yes, ini bukan cuma kata-kata di ajang kecantikan dunia, tapi sebuah konsep nyata dari logika berpikir yang terstruktur dan penuh keterbukaan.

Tinggal di Luar Negeri Bikin Kamu Lebih Mengenal Dirimu Sendiri

Tidak ada cara yang lebih efektif untuk mengenal diri kamu sendiri dari pada pergi jauh dari negara kamu dan hidup di negara orang lain. Di negara lain, kamu punya kebebasan untuk menemukan siapa kamu, apa yang kamu inginkan dan tidak sukai, tanpa pengaruh dari siapapun — baik itu dari teman dekat, keluarga, sosial, norma-norma, kebudayaan, agama, dan lingkungan dimana nilai-nilai hidup kita ditanamkan selama ini.

Dengan tinggal di tempat yang jauh dari yang kamu sudah familiar, kamu bisa melihat dari perspektif yang berbeda. Kamu akan melihat dari kaca mata lain yang akan membuat kamu memikirkan kembali tentang dirimu sendiri dari dalam dan luar diri. Kamu akan menjadi lebih kritis dengan mempertanyakan apakah kehidupan yang kamu jalani saat ini adalah kehidupan yang kamu inginkan? Apakah orang-orang yang ada di sekitarmu adalah-orang-orang yang benar-benar membuatmu bisa menjadi diri sendiri? Apakah apa yang kamu percayai selama ini benar-benar kamu percayai? Dan segudang pertanyaan lainnya.

Dengan kata lain, proses ini akan membuatmu mempertanyakan kepercayaan kamu, attitude, nilai-nilai yang banyak dipengaruhi oleh pola asuh, lingkungan, dan tekanan sosial. Kemudian kamu akan punya kesempatan untuk membentuk diri kamu sesuai dengan apa yang benar-benar kamu inginkan, dengan tujuan baru, tanpa ada campur tangan orang lain.

Tinggal di Luar Negeri Bikin Kamu Jadi Lebih Mandiri

Kemandirian adalah keberanian untuk menaklukan ketakutan dan sesuatu yang tidak familiar. Saat kamu pindah ke negara lain, semuanya akan baru dan sangat asing. Sesuatu yang asing biasanya membuat kamu merasa tidak aman dan takut saat pertama kali kamu jalankan. Memaksa diri mengenal lingkungan yang tidak familiar akan membuat kamu terbiasa dan bisa menaklukkan ketakutan.

Ketika kamu datang ke sebuah negara untuk pertamakalinya, kamu pasti bingung bagaimana berkomunikasi dengan orang asing, merasa khawatir berjalan sendirian, ragu untuk mencoba makanan baru, takut keluar rumah malam-malam, dan sebagainya. Namun lambat laun, kamu akan membangun keberanian untuk mengatasinya sendiri. Lalu kamu akan mencapai sebuah moment dimana sesuatu yang tidak familiar adalah sebuah tantangan. Kamu akan menjadi sangat mandiri dan ingin terus mencoba sesuatu yang baru. Lalu, kamu jadi ketagihan untuk tinggal di luar negeri 😉

Tinggal di Luar Negeri Membuka Network Baru

Di negara kita, kita sudah punya jaringan keluarga, pertemanan, dan profesional. Saat kamu pindah ke negara baru, jaringan ini tidak akan ada di dekat kamu untuk bisa membantu kamu. Kamu pun jadi memaksa diri untuk membangun jaringan baru, terutama untuk pekerjaan dan bisnis. Kamu jadi memiliki kemampuan baru untuk membangun koneksi dan skill untuk masuk ke dalam lingkaran jaringan yang sesuai dengan keingina kamu.

Lagi-lagi, tentu awalnya ini akan menjadi tantangan berat. Tapi saat kamu bisa melakukannya kamu akan menjadi percaya diri bahwa kamu bisa membangun jaringan dimana saja kamu berada.

Dulu saya sangat tidak percaya diri untuk memperkenalkan diri dengan orang asing. Tapi karena saya punya pengalaman dua kali tinggal di luar negeri, kini berkenalan dengan orang yang tidak dikenal dari berbagai negara pun terasa lebih mudah. Kenapa? Karena kamu belajar untuk tidak menempatkan diri kamu di bawah orang lain.

Tinggal di Luar Negeri Memungkinkan Kamu Mempunyai Identitas Baru

Punya identitas baru disini bukan ganti nama atau ganti wajah ya. Tapi ibarat produk, kamu membangun brand baru bukan rebranding. Tidak ada cara lebih baik untuk memulai ulang hidupmu dari pada pindah ke negara baru, meskipun untuk waktu yang terbatas.

Indentitas baru disini adalah membangun diri yang kamu dambakan. Kesempatan untuk menjadi diri sendiri tanpa ada intervensi karena orang baru di sekitarmu tidak tau siapa kamu, dari mana kamu, siapa orang tua kamu, kamu dulu belajar di mana, dan sebagainya. Kemungkinan besar, mereka juga tidak akan peduli dengan background kamu. Kamu bisa menikmati melukis sebuah kanvas baru dirimu sendiri.

Negara baru juga memberimu kesempatan untuk membangun lingkungan berbeda baik itu pertemanan, pekerjaan, tempat tinggal, dan sebagainya. Kamu punya kesempatan besar untuk menemukan tempat di mana kamu merasa bisa menjadi bagiannya secara nyaman. Kamu tidak perlu memaksakan diri untuk berkompromi dengan teman-teman yang tidak lagi sejalan denganmu.

Tinggal di Luar Negeri Membuatmu Jad Tahan Banting

Negara kita punya budaya kolektif di mana orang tua punya peranan besar dalam membantu hidup kita, bahkan ketika kita sudah dewasa dan menikah. Kitapun jadi tergantung kepada mereka dan merasa tidak bisa sukses tanpa dukungan mereka.

Tinggal di negara lain memaksa kamu untuk melakukan segala sesuatunya sendiri mulai dari mencuci baju, membayar tagihan, mengurus dokumen, memasak, dan lain sebagainya. Kamu hanya bisa mengandalkan dan mempercayai dirimu sendiri.

Kamu jadi belajar untuk menjadi pengontrol dirimu sendiri di segala situasi dan apapun yang terjadi di sekitarmu. Ketika kamu melakukan sesuatu dan bergerak, kamu akan mencapai tujuanmu. Kalau kamu tidak bergerak, ya kamu tidak akan mencapai sesuatu. Kamu tidak akan disuapi siapapun dalam hidupmu yang baru.

Ketika kamu punya masalahpun, kamu tidak bisa mengandalkan orang lain. Bahkan meminta bantuan orang lain terkadang tidak memungkinkan. Alhasil, kamu akan berusaha memikirkan jalan keluarnya sendiri. Kamu menciptakan peluangmu sendiri. Dirimulah yang akan membuat segalanya terjadi dan kamu akan berhasil. Saya yakin, kamu akan berhasil karena kamu akan jadi sangat tahan banting.

Tinggal di Luar Negeri Membuatmu Jadi Pemberani

Ketika kamu bisa mengatasi ketakutan pindah ke negara lain dengan usahamu sendiri, kamu akan menaklukan berbagai ketakutan lainnya. Keluar dari zona aman adalah sebuah seni hidup yang harus dikuasai. Seperti kebiasaan lainnya, ketika kita konsisten melakukannya, maka kemampuan ini akan menjadi default system.

Tanpa supporting system yang ada di kampung halaman kamu, sangatlah sulit untuk memulai sesuatu dan mengkoneksikan titik-titik yang ada di depan mata. Pindah ke negara lain akan membuatmu memiliki kemampuan untuk membangun keberanian, mewujudkan segalanya dari nol. Kamu akan mencoba berbagai cara dan pendekatan. Kamu akan mengetuk satu pintu ke pintu lainnya. Kamu akan menjadi lebih strategis dalam pola pemikiranmu. Kamu benar-benar akan menjadi berani karena mindsetmu akan berubah menjadi, “Nothing to lose.”

Kalau kamu bisa menjadi siapapun yang kamu inginkan dan sukses di jalan yang kamu pilih di negara lain, kamu juga akan bisa melakukannya di negara lainnya lagi. Kamu akan menjadi bagian dari masyarakat global. Perjalanan ini akan membangun kekuatan mentalmu. Kalau orang lain bisa melakukannya, saya yakin kamu juga bisa.

Banyak alasan penting yang sangat mendasar kenapa tinggal di negara lain itu penting. Karena hidup cuma sekali, cobalah mewujudkannya. Tiga bulan juga bisa, setahun lebih baik lagi, dua tahun akan jauh lebih baik. Kenapa? Karena dari pengalaman saya, enam bulan adalah waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki listening skill, enam bulan berikutnya tahun diperlukan untuk akhirnya keluar dari zona adaptasi. Lalu tahun kedua diperlukan untuk memperbaiki kemampuan berbicara dan berkomunikasi, bekerja, dan bersosialisasi.

Jadi, beranikah menantang diri untuk tinggal di luar negeri paling tidak sekali dalam hidup?





Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.