READING

Cara Lolos Interview Beasiswa AAS Part 1: Priorty ...

Cara Lolos Interview Beasiswa AAS Part 1: Priorty Field

Beasiswa AAS (Australia Awards Scholarship) adalah beasiswa dari pemerintah Australia yang terbuka bagi warga Indonesia. AAS menjadi bidikan banyak orang di Indonesia, selain karena memberikan dana full untuk sekolah dan juga tinggal di Australia kurang lebih dua tahun, juga dikenal sebagai beasiswa yang paling generous dibandingkan yang lainnya.

Saya punya beberapa teman, yang sepulangnya dari kuliah dengan beasiswa AAS, beli rumah, tanah, atau mobil. Tapi tentunya lebih dari sekedar dana, beasiswa AAS memberi kesempatan besar untuk orang Indonesia mengepakkan sayapnya ke dunia internasional dengan jejaring intelektual dari berbagai negara.

Ada Priority Field

Tidak seperti beasiswa Chevening, misalnya, yang tidak menyebutkan adanya priority field, beasiswa AAS menyebutkan sektor prioritas yang mereka inginkan di websitenya. Saya tidak akan membahas satu per satu persyaratan AAS karena kamu bisa membacanya di websitenya berikut ini.

Keberadaan priority field ini membuat kamu jadi punya peluang besar kalau ada di sektor-sektor yang mereka prioritaskan atau malah sebaliknya membuat kamu mengurungkan niat untuk melamarnya.

Tapi sebelum kamu mundur secara teratur, saya ingin berbagi cerita bagaimana saya bisa meloloskan aplikasi saya ke wawancara AAS meskipun sektor saya bekerja bukan menjadi priortias AAS.

Dua Kali Apply AAS

Saya melamar beasiswa AAS dua kali. Pertamakali melamar beasiswa AAS adalah tahun 2017 yang langsung gugur di tahap seleksi administrasi.

Kemudian saya coba lagi di tahun 2018 dan bisa lolos ke tahap interview. Akan tetapi, pada saat pengumuman tersebut saya sudah mendapatkan beasiswa Chevening, saya pun mengundurkan diri dari proses wawancara.

Sebuah kebanggaan untuk saya bisa meloloskan aplikasi oleh karena itu saya ingin berbagai bagaimana caranya.

Field Saya Bukan Prioritas

Buat kamu yang fieldnya bukan prioritas, saya sarankan kamu baca artikel Indonesia Mengglobal berikut ini. Artikel ini mengubah pola pikir saya soal beasiswa AAS.

Bagaimana bisa anak design dapat beasiswa AAS padahal sektornya bukan prioritas? Ternyata karena logika berpikirnya, yang bisa menghubungkan bagaimana design itu penting untuk city branding yang merujuk pada desentralisasi. Jadilah dia memasukkan priority fieldnya di desentraliasi.

Kunci untuk bisa lolos priority field adalah dengan menghubungkan field kamu yang tidak nyambung dengan yang ada di list mereka.

Contohnya adalah saya sendiri. Sektor saya adalah media, pers, atau digital media yang tidak masuk list priority field.

Kemudian saya membuat argumentasi bahwa sebagai pekerja media, saya merasa resah dengan minimnya program edukatif di media mainstream Indonesia. Oleh karena itu, digital media seharusnya bisa dimanfaatkan untuk tujuan yang mulia yaitu pendidikan. Saya ingin menjadi jembatan antara digital media dan edukasi dengan membuat program edukasi berbasis digita. Australia adalah tempat yang tepat untuk belajar karena pengembangan pendidikan usia dininya yang sangat maju. Jadilah saya menempatkan diri aplikasi saya di field education.

Mudah-mudahan dua contoh dari Indonesia Mengglobal dan pengalaman sudah bisa membuat teman-teman paham bagaimana mengcracking priority field beasiswa AAS.

Di postingan Cara Lolos Interview Beasiswa AAS Part 2 nanti saya akan membedah semua pertanyaan essay Beasiswa AAS.


RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.