Apakah Telat Ngeblog di Tahun 2021?

by retnolestari

Ingin memulai ngeblog untuk hobi atau pekerjaan sampingan sambil bekerja fultime dan mengurus keluarga? Great! Karena saya juga part-time blogger di tengah kesibukan saya menjadi seorang ibu dan mendidirkan bisnis skincare dan education consultant.

Mungkin kamu bertanya, kualifikasi apa yang saya punya untuk memberikan saran tentang bagaimana caranya mulai ngeblog ketika banyak banget blogger berpengalaman di luar sana.

Well, karena saya pemain baru tapi lama dan dulu saya bisa memonetize blog saya sebelum saya melakukan kesalahan yang membuat saya kehilangan domain yang bertahun-tahun saya bangun.

Jadi paling engga saya punya tiga kualifikasi:
1. Saya pernah bikin blog yang menghasilkan uang sampingan
2. Saya memulai ngeblog lagi di tahun 2021
3. Saya pernah melakukan kesalahan-kesalahan yang berakibat hilangnya blog saya.

Tahun ini saya memutuskan ngeblog lagi sebagai terapi pandemic. Mengeluarkan apa yang ada di kepala lewat tulisan ketika saya tidak bisa banyak melakukan aktifitas di luar rumah menjadi terapi kesehatan mental.

Masih Oke Nggak Sih Ngeblog di Tahun 2021?

Jawabannya bisa iya bisa juga nggak, tergantung apakah blogging adalah kegiatan yang tepat untuk kamu. Terlebih lagi, anak-anak muda sekarang ini lebih memilih untuk membuat vlog dan bermain di Youtube karena bisa mendapatkan lebih banyak trafic dan duit. Sementara orang bilang bahwa blog lebih susah dimonetesasi. Tapi menurut saya, blogging masih bisa menjadi sumber pendapatan seperti Youtube dengan tingkat keribetan yang lebih rendah.

And let me tell you something, writing on a blog can give you credibility especially if you can commit to a specific niche. Lalu setelah kamu bisa konsisten, maka blogging masih bisa jadi bisnis yang menguntungkan. Modalnya nggak terlalu banyak. Untuk terlihat profesional kamu cukup beli domain dan hosting sendiri. Apalagi hosting sekarang sudah terjangkau dan nggak mahal-mahal amat. Plus, biasanya penyedia hosting memberikan gratis domain .com. Saya rekomen Niagahoster karena terjangkau, CS nya tanggap. Penting banget!

Kembali lagi ke persoalan apakah ngeblog masih bisa datengin duit, jawabannya iya kalau kamu tau caranya mengembangkan revenue streams dari sini. Untuk itu kamu perlu punya mindset yang tepat, strategi yang tepat, dan tools yang tepat. Kalau dijadikan bisnis, blogging bukan bisnis yang beresiko dan tidak banyak menyita waktu seperti bisnis lain pada umumnya. Jadi buat kamu yang masih kerja kantoran atau ibu rumah tangga seperti saya, blogging bisa jadi outlet untuk mengeluarkan kreativitas sekaligus mendatangkan peluang dapat uang.

Jadi, apakah kamu harus punya blog di tahun 2021? Jawabannya iya.

Jangan Berharap Hasil Akhir di Awal!

Maksudnya apa? Ketika kamu mulai ngeblog, wajar kalau kamu punya harapan blog kamu akan banyak yang baca atau dapat penghasilan yang lumayan. Tapi berdasarkan pengalaman saya, butuh waktu sekitar 6 bulan menulis secara rutin untuk mulai dapat traffic yang bagus.

Malahan nih ya, di awal-awal, bisa jadi nggak ada yang baca. Kecuali kamu rajin promosi silang blog kamu dengan sosial media dan kamu punya sebuah keahlian di suatu bidang yang kamu manfaatkan. Contoh, saya merasa punya ilmu untuk membantu orang meraih beasiswa, maka saya akan membuat banyak tulisan soal beasiswa. Kalau kamu menulis topik niche yang jadi kompetensi kamu, pasti ada aja yang baca blog kamu, jadi kamu semangat untuk nulis.

Gimana caranya tau kompetensi untuk dijadikan niche? Mapping diri kamu sendiri, apa keahlian yang kamu miliki yang bisa kamu ajarkan atau sharing ke orang lain. Gunakan itu sebagai tema blog kamu.

Oh iya, kamu juga harus cinta menulis. Karena 70% pekerjaan blogging adalah menulis. Kecintaan menulis akan membuat kamu jadi lebih semangat dan konsisten. Jadikan blogging sebagai latihan kamu untuk menuliskan pemikiran dalam tulisan.

Kalau kamu bisa melakukan yang saya sebut di atas karena kamu punya determinasi, maka, kamu harus memulai blog kamu pada tahun 2021 ini! Riset menunjukkan bahwa ketika orang ingin mendapatkan informasi lengkap, maka mereka memilih membaca blog ketimbang media berita karena lebih personal dan seringkali lebih lengkap. Artikel blog nggak akan diputus-putus seperti gaya website berita yang membuat informasi jadi parsial. Jadi saya yakin, kamu pasti akan punya pembaca.

Langkah 1: Mulai Dengan Mindset Yang Tepat

Saya percaya untuk sukses dalam segala hal, kita harus memulainya dengan punya mindset yang tepat. Hal pertama yang harus dilakukan untuk sukses ngeblog adalah punya mindset aku-pasti-bisa dan aku-akan-melakukannya. Jangna pernah punya pemikiran, “Ah saya nggak punya kompetensi,” atau “I am not good enough,” atau “Ah, udah banyak yang menulis soal topik ini, siapa saya sehingga orang mau baca tulisan saya?”

Kamu perlu tau, bahwa akan selalu ada orang yang pengetahuannya masih di bawah kamu karena alasan simpel: kamu mulai lebih dulu. Seiring berjalannya waktu, kamu akan menemukan diri kamu menjadi lebih mampu, lebih berpengetahuan, dan akhirnya jadi expert.

Kamu juga harus punya mindset bahwa kamu akan selalu bisa mendapatkan target yang kamu tetapkan. Misalnya dalam 1 tahun blog kamu sudah harus bisa dimonetize dan jadi sumber penghasilan tambahan.

Langkah 2: Tetapkan Target

Kalau kamu pengen punya blog yang sukses, kamu perlu punya target dan rencana sejak awal membuat blog. Kenapa? Kalau enggak, kamu cuma akan menjadikan blog kamu tempat curhat atau nulis kadang-kadang. Kalaupun bisa dimonetize, jalannya akan sangat pelan.

Kamu harus mengukur energi yang kamu keluarkan untuk outcome yang bisa didapatkan. Kamu perlu berpikir, “Aku ngeblog untuk dijadikan sarana menuangkan hobi atau pengen bisa jadi sumber penghasilan? Kalau cuma buat hobi, pantaskah aku mengeluarkan energi untuk rutin menulis?”

Dengan kata lain kamu perlu menentukan tujuan kamu ngeblog itu untuk apa. Tujuan saya ngeblog adalah untuk membuka peluang meraih lebih dari satu revenue stream. Blog akan menjadi sasaran antara untuk berbagai bisnis yang ingin saya buat. Saya ini saya bikin untuk etalase atau portfolio.

Saya ingat membaca cerita salah seorang fotografer perempuan terkenal bernama Margaret Zhang yang menjadikan blognya sebagai portfolio untuk berkarir sebagai fotografer. Tadiya dia bukan siapa-siapa, hanya mahasiswa pada umumnya. Dia membuat rencana bahwa blog itu akan menjadi cara dia dikenal banyak orang dan membuka peluang bisnis lainnya. Akhirnya, selain jadi fotografer dia juga jadi konsultant digital.

Lanjut soal target ya. Ketika membuat target, kita harus membreakdownnya secara rinci. Misalnya kamu sudah tau tujuan kamu ngeblog nantinya untuk dapat uang tambahan, maka kamu harus menghitung, berapa yang ingin kamu terima per bulan dan kapan kamu akan bisa menerimanya.

Saya menargetkan dari blog ini akan menghasilkan 20 juta per bulan dalam dua tahun ke depan, lalu 50 juta per bulan dalam dua tahun berikutnya. Tuliskan targetmu dalam buku atau catatan digital yang bisa kamu lihat setiap saat.

Langkah 3: Pilih Niche Yang Tepat

Blog yang sukses dan mendatangkan banyak uang biasanya punya niche yang tepat. Tapi sayangnya, kamu nggak bisa bertanya ke orang lain, topik apa yang tepat untuk blog kamu. Kamu harus menentukannya sendiri.

Seperti yang saya bahas sedikit di atas, niche ini bisa kamu tentukan dari mapping keahlian yang kamu punya. Atau, kamu bisa menulis apa yang menjadi passion kamu. Kamu tidak perlu menjadi expert untuk sharing pengalaman atau pengetahuanmu. Tapi kamu harus mau meluangkan waktu untuk terus belajar dan melakukan riset.

Setelah itu kamu harus menulis secara konsisten dan mempromosikannya di berbagai media sosial seperti Instagram, Tiktok, Quora, atau Pinterest. Nah yang terakhir benar-benar bisa menjadi tempat kamu menarik pembaca, kalau kamu bisa memakainya dengan cara yang benar.

Langkah 4: Pilih Nama Blog

Menurut saya, untuk memilih nama blog, kamu bisa pakai dua cara. Pertama, pakai namamu sendiri. Kedua, pilih yang gampang diingat dan menggambarkan jelas blog kamu itu tentang apa.

Kalau kamu mau lebih kreatif, kamu bisa menggabungkan namamu dengan kata lain. Contoh: A Cup of Jo.

Tapi harus diingat, kalau kamu pakai nama kamu untuk blog, artinya kamu akan jadi wajah dari bisnismu. Jadi kamu akan dikenal dari apa yang kamu tulis di blog. Bagus atau tidaknya, tergantung apa rencana kamu dengan blog yang kamu buat.

Seringkali, nama blog juga tergantung dari kesediaan domain. Belum tentu nama blog yang kamu pilih masih tersedia domainnya. Domain .com dan .co adalah yang paling sering dipakai untuk nama blog dan website, hasilnya, mayoritas kata-kata familiar sudah unavailable.

Saya sendiri memilih nama blog dengan nama saya karena saya tidak mau pusing memberi nama. Saya pernah mencoba blogging pakai nama Glowcreator dan Sipetite, akhirnya blog-blog ini cuma seumuran jagung aja. Blog saya yang paling lama bertahan adalah retnolestari.com sampai diambil third party karena saya lupa memperpanjang kontraknya. Lalu tahun lalu saya membuat website dengan domain retnolestari.co karena .com masih dijual oleh third party dengan harga $3000. Tapi tiba-tiba tahun ini domain retnolestari.com available lagi. Sehingga retnolestari.co saya forward ke retnolestari.com.

Alasan kedua saya mempertahankan blog dengan nama saya adalah supaya saya merasa bertanggung jawab untuk terus mengurusnya supaya nggak malu-maluin nama saya sendiri. Ketika membuat blog atas nama saya, I put myself out of there. Jadi sebisa mungkin saya konsisten ngeblog. Motivasi pun jadi berlipat ganda.

Langkah 5: Tentukan Platform dan Hosting Blogging

Self-Hosted

Saya merekomendasikan: Self-Hosted Wordpress. Kenapa? Karena blog saya yang sudah menghasilkan di masa lalu, saya buat dengan wordpress.com yang bukan self-hosted. Kemudian saya membeli nama domainnya di situ juga. Sayangnya, karena gratis, banyak keterbatasan yang membuat blog saya tidak cepat berkembang. Kemudian harga langganannya untuk tetap menggunakan domain nama saya juga mahal. Saya pun kelupaan memperpanjang domainnya, akhirnya domain hilang, blog pun entah kemana.

Setelah kejadian itu barulah saya belajar self-hosted. Saya membeli hosting di Niagahoster lalu menginstall wordpress berbayar melalui Softaculous di dalamnya. Prosesnya mudah banget. Saya cuma tinggal baca tutorialnya yang sudah disediakan Niagahoster.

Ada bebarapa blog yang saya buat untuk diri saya sendiri, orang lain, maupun bisnis saya. Semuanya menggunakan hosting Niagahoster. Namun terkadang saya beli domainya di tempat lain seperti di rumahweb.com.

Saya juga pernah pakai jasa hosting dari UK karena tergiur hasilnya yang murah. Tapi mengingat audience saya lebih banyak di Indonesia, blog hosting di UK jadinya lambat loading. Audiencenya juga kurang banget dan ujung-ujungnya saya menyerah dan kembali lagi ke hosting provider Indonesia.

Medium

Katakanlah kamu malas untuk belajar membangun blog dari nol, maka kamu bisa membuat blgog kamu di Medium. Namun sayangnya, Medium tidak memberi kebebaskan untuk kamu menaruh link affiliate marketing. Maka cara kamu untuk monetizing jadi terbatas.

Namun, Medium sangat bagus untuk kamu yang ingin lebih cepat mendapatkan nama karena ibart gula dan semut, semutnya sudah ada di sana. Kamu jadi bisa dengan lebih cepat mendapatkan pembaca dan kredibilitas. Kamu juga bisa mendapatkan uang dari menulis lewat program Medium bernama Medium’s Partner Programme.

Langkah 6: Pilih Template

Setelah menentukan platform dan hosting, maka kamu perlu memilih template yang bisa membuat blog kamu terlihat bagus dan profesional. Di dalam self-hosted wordpress, banyak sekali template gratis yang kualitasnya sudah bagus. Tapi kalau kamu mau template yang lebih customized, kamu bisa membelinya di website seperti Themeforest atau Envato. Atau, tempat favorit saya berburu template murah yakni di Etsy.

Saya paling suka dengan template yang ada WP Bakery Builder karena alasan yang pernah saya tulis di post sebelumnya.

Setelah merasa cukup senang dengan template, maka segeralah menulis lalu promosikan blogmu lewat Instagram dan Pinterest.

Nah, kalau langkah-langkah di atas sudah kamu lakukan, feel free to ask me if you have any questions. Leave a comment below and I’ll get back to you ASAP!


Leave a Comment