READING

Percobaan Membuat Website Dengan Artikel SEO

Percobaan Membuat Website Dengan Artikel SEO

Selain blog atas nama saya ini, saya punya website lain yang jadi percobaan selama beberapa waktu. Untuk website tersebut, karena saya tidak bisa menulisnya sendiri, saya menghire penulis freelance lewat dua website yakni fastwork.id dan projects.co.id

Saya mencoba menghire jasa penulis-penulis tersebut agar setiap hari ada konten yang muncul. Konten-konten yang dihasilkan pun seperti yang ada di web-web berita pendek berisi 300-500 kata.

Cara ini terispirasi oleh kerja salah satu kenalan, yang mampu membangun sebuah portal perempuan bermodal kecil yang digunakan untuk membangun website dan membayar penulis. Penghasilannya per bulan dari iklan dan brand mencapai 50 juta rupiah beberapa tahun lalu. Sekarang website ini berkembang dengan pesat dan sudah memiliki apps sendiri.

Banyak pelajaran yang saya dapat dari percobaan ini, yang akan saya share disini.

Pelajaran 1: Kemampuan Menulis Kurang

Ada harga, ada rupa. Ternyata para penulis lepas yang saya gunakan kurang memiliki kemampuan menulis yang baik padahal di portfolionya pernah bekerja di berbagai publishing.

Kalau saya memberikan mereka referensi, maka mereka mengerjakan benar-benar menerjemahkan dari apa yang saya berikan. Kalau saya memberikan topiknya saja, maka mereka menyadur dari artikel bahasa Indonesia yang sudah bertebaran di internet. Nggak heran artikel-artikel di berbagai portal nyaris sama.

Mereka tidak memiliki inisiatif untuk melakukan riset lebih lanjut untuk mengembangkan tulisannya.

Belum lagi kemampuan menulis bahasa Indonesia yang kurang. Tugas yang saya berikan untuk website saya tersebut adalah menulis artikel santai tapi memperhatikan tata bahasa. Apa yang terjadi? Mereka masih belum memahami kapan menaruh koma, titik, huruf besar, dan lain sebagainya.

Akhirnya bukan saja saya harus mengedit tulisan tapi terkadang jadi terpaksa menulis ulang. Mudah-mudahan para freelancer penulis ini bisa meningkatkan kemampuan menulisnya.

Saya bisa memberikan penilaian ini karena bertahun-tahun saya bekerja mengedit tulisan di beberapa media.

Pelajaran 2: Niche Itu Penting

Tidak semua freelancer yang saya sewa punya kemampuan menulis yang kurang baik. Ada juga yang kemampuan menulisnya sangat baik sekali. Akan tetapi setelah beberapa bulan website tersebut dijalankan, tidak membuahkan hasil apapun.

Website yang saya dirikan itu bertema hubungan dan keluarga. Saya baru paham bahwa mungkin orang yang sudah menikah dan berkeluarga jarang galau sehingga jarang mencari informasi di internet.

Jadi mau seberapa baguspun penulisnya, ketika orang yang butuh artikel tersebut tidak banyak, ya tidak banyak yang baca juga.

Pelajaran 3: Artikel SEO Tidak Sesukses Yang Saya Bayangkan

Sebagai mantan jurnalis, saya terbiasa menulis artikel dengan pendekatan jurnalistik 5 W 1 H dengan gaya bahasa hard news, soft news, ataupun feature.

Artikel SEO baru saya tau setelah saya bingung kenapa gaya bahasa artikel jaman sekarang itu pendek-pendek dan diulang-ulang. Rasanya artikel yang saya baca tidak menggugah saya untuk membaca lebih lanjut dan terkesan kaku.

Tapi para penulis yang saya sewa menyatakan bahwa artikel SEO akan lebih cepat mendatangkan traffic. Benarkah? Ternyata tidak.

Tulisa saya di blog terdahulu yang saya bangun tanpa mempertimbangkan SEO malah lebih banyak pembaca.

Ujung-ujungnya, kesuksesan sebuah artikel tergantung nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Kalau dipikir-pikir, kenapa juga harus membuat artikel SEO yang dibuat untuk menarik perhatian mesin ketimbang manusia? Toh sebenarnya yang ingin kita tarik untuk membaca adalah manusia.

Dari pada artikel ala SEO, lebih enak baca artikel seperti di New York Times sepertii ini.

Pelajaran 4: Sulit Dimonetesisasi

Ketika saya membuat blog beberapa tahun silam, saya sering dapat email undangan dari brand atau dikirim barang untuk direview. Adsense pun juga mendatangkan uang yang lumayan. Ada beberapa usaha juga yang meminta bantuan saya untuk menulis artikel guna menaikkan jualan dan usaha mereka.

Nah, website yang saya bangun dengan menggunakan jasa penulis freelancer berbasis artikel SEO ternyata tidak bisa dimonetesasi. Saya mencoba untuk apply Google Adsense tapi ditolak.

Alasannya mungkin artikel yang ditulis oleh para freelancer tersebut copas dari website lain dan hanya diubah beberapa kata. Atau memang Google sudah tau metode penulisan mereka. Atau karena artikelnya pendek atau kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Brandpun tidak ada yang nyangkut dari website tersebut. Alhasil saya mengeluarkan uang yang percuma.

Namun demikian, saya senang karena saya dapat ilmu baru dan fakta baru bahwa ketika kita mau membuat website, blog, atau tulisan, kita harus menulis dari manusia untuk manusia.

Pelajaran 5: Menulis Pendek Itu Buang Waktu

Kalau kita perhatikan, banyak protal berita yang suka menulis artikel pendek dengan mempraktikkan SEO. Katanya sih biar bisa terindex di Google atau nangkring di bagian paling atas pencarian Google.

Tapi dari percobaan saya, ternyata artikel pendek nggak disukai pengiklan atau yang mau pasang dana untuk mempromosikan produknya. Tapi kok cara ini dipakai banyak portal berita?

Mungkin karena menulis artikel pendek SEO itu cepat penulisannya. Dengan judul klik bait seperti portal Trib*un, maka akan menaik perhatian lebih banyak, katanya. Memang, ini terbukti dengan fakta bahwa kalau kita mencari sebuah info, yang muncul di atas adalah portal-portal berita ini. Padahal saya pengen baca dari blog-blog personal yang lebih lengkap pembahasannya.

Portal berita konvensional membuat saya kesal bacanya. Tulisan di putus-putus dan harus klik next untuk membaca kelanjutan artikelnya. Sudah begitu, tulisannya diulang-ulang yang membuat saya tidak nyaman bacanya. Kemudian tulisan yang seharusnya jadi satu artikel juga dipenggal jadi beberapa artikel sehingga sering kali saya nggak dapat konteksnya hanya dengan baca satu artikel saja.

Sekali lagi, mungkin artikel seperti ini nangkring di atas situs pencarian. Tapi dengan value yang rendah apakah bisa menghasilkan? Saya sih sangsi.

Buat brand sendiri, saya jadi paham kenapa lebih memilih beriklan ke influencer atau blogger karena meskipun bukan perusahaan besar, tapi value per artikel yang ditawarkan jadi jauh lebih besar.

Kesimpulan: Website Harus Punya Value

Membuat website untuk mendapatkan penghasilan dari pengiklan dengan kuantitas posting seperti portal berita besar, ternyata tidak mudah dan malah tidak visible.

Untuk kamu yang mau bikin portal atau website, hal yang harus ditawarkan pertama kali bukanlah kuantitas artikel atau artikel SEO. Kita harus bisa memberikan value yang jauh lebih besar kepada pembaca.








RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.