Mengatasi Rasa Gugup Saat Wawancara Beasiswa

by retnolestari

Akhir-akhir ini banyak pemburu beasiswa yang bertanya ke saya tentang bagaimana mengatasi rasa gugup saat menjalani proses wawancara. Mereka takut kalau-kalau rasa gugup itu membuat mereka lupa tentang apa yang akan mereka sampaikan. Saya punya cara tersendiri untuk berdamai dengan rasa gugup: saya tidak melawannya.

Berikut adalah strategi dan tips saya untuk mengatasi rasa gugup saat wawancara beasiswa.

1. Berdamai Dengan Rasa Gugup

Menurut saya, melawan rasa gugup adalah kesalahan. Lebih baik rasa gugup ini kita rangkul dan tidak kita hilangkan. Rasa gugup, rasa cemas, deg-degan adalah bagian dari kinerja otak dan tubuh untuk membuat kita waspada terhadap apa yang akan muncul. Kewaspadaan inilah yang akan memaksa kita untuk mempersiapkan diri lebih baik. Dengan sendirinya kita akan lebih banyak membaca essay kita, bidang kerja kita, trend terkini di industri, mempelajari strategi bagaimana menjalani wawancara yang baik, dan sebagainya.

Saya yakin, tanpa deg-degan, kamu akan lebih santai dalam menghadapi wawancara. Seringkali orang yang punya perasaan sangat santai malah jadi kurang mempersiapkan diri. Jadi, embrace rasa gugup ini untuk mengembangkan kemampuan diri.

2. Rasa Gugup Hanya Sementara

Percaya atau tidak, rasa gugup yang kamu pikir akan rasakan sepanjang proses wawancara hanyalah di kepala kamu saja. Karena saat nanti kamu menghadapinya, kamu akan menyadari bahwa biasanya rasa gugup ini hanya terjadi di beberapa menit saja, kadang di awal, di tengah, atau di akhir.

Ketika kesadaran bahwa sifat gugup akan timbul tenggelam, maka kamu hanya harus berfokus untuk menguasi trik saat rasa gugup itu kembali. Caranya? Seperti yang pernah saya sampaikan di postingan sebelumnya, kamu bisa menarik nafas, memparafrase pertanyaan sebelum menjawab, meminta waktu untuk minum, atau meminta sedikit waktu untuk berpikir.

3. Semua Orang Pasti Gugup

Jangan kamu pikir bahwa orang lain tidak gugup. Sehebat apapun mereka, saat mereka menghadapi interview, rasa gugup pasti ada. Bedanya, mereka yang sudah berpengalaman pandai mencari jalan untuk menguasai dirinya.

Biasanya mereka yang sudah berpengalaman interview, punya mindset yang tepat. Mereka akan fokus terhadap substansi, positive thinking, dan postive feeling. Mereka juga tidak akan menghukum diri mereka sendiri apabila melakukan kesalahan dalam proses wawancara. Kesalahan-kesalahan itu akan dijadikan pelajaran untuk bisa lebih baik di kesempatan yang akan datang. Mereka yakin kalau kesempatan akan datang berkali-kali karena mereka akan menciptakannya.

4. Cari Tau Akar Penyebab Rasa Gugup

Kalau kamu mau mengembangkan diri dan mengurangi rasa gugup, mencari tau akar permasalahan yang paling mendalam adalah langkah awal yang paling efektif sebelum mencari solusinya. Dulu, saya adalah orang yang sangat gugup dalam menghadapi proses wawancara. Sekarang rasa gugup itu pasti ada tapi saya bisa menguasainya karena saya tau apa akar masalahnya.

Pemahaman tentang penyebab rasa gugup itu muncul saat saya menjalani hipnoterapi. Dalam hipnoterapi ini saya di bawa ke memori masa lalu yang membuat saya selalu takut apabila saya menjadi pusat perhatian seperti ketika menghadapi interview, maju ke atas panggung, menunjuk tangan, berbicara di depan orang banyak, dan lain-lain. Ternyata saat saya duduk di kelas 4 SD, guru saya sering menyetrap saya di depan kelas dan mempermalukan saya dengan memanggil saya “nenek pikun.” Kejadian ini berlangsung sepanjang tahun dan membuat saya berubah menjadi pribadi yang punya self-esteem rendah.

Setelah tau bahwa diri kecil saya tersakiti, saya yang dewasa pun memberikan semangat untuk diri kecil saya, “Kamu hebat. Kamu tumbuh menjadi orang yang pantang menyerah.” Dari sini kepercayaan diri saya meningkat untuk menghadapi aktivitas yang menjadikan saya sebagai pusat perhatian.

5. Latihan, Latihan, Latihan

Tidak ada keberhasilan yang berkelanjutan tanpa latihan berulang-ulang. Oleh karena itu kalau kamu ada kesempatan untuk melakukan interview, jangan dihindari. Hadapi sebagai bagian dari proses pembelajaran. Misalnya kamu coba melamar kerja untuk melihat sejauh mana kamu bisa melatih kemampuan kamu meyakinkan pemberi kerja. Ini sangat bermanfaat untuk menjadi bekal wawancara beasiswa.

Atau, kamu bisa ikut berbagai club public speaking seperti Toastmasters, komunitas debat bahasa Inggris, ikut kompetisi pitching ide bisnis, dan lain sebagainya. Pokoknya, kalau ada kesempatan untuk bisa tampil meyakinkan orang lain, ambil. Semakin sering kamu mengekspose diri kamu, semakin berkurang intensitas gugupmu.

Kalau kamu punya trik dan cara untuk mengatasi rasa gugup, tulis di komen ya untuk saling membantu sesama.



You may also like

Leave a Comment